- Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Naik Mulai 1 Oktober 2026
- Tarif Transjakarta Naik Mulai 1 Januari 2027 Setelah Bertahan Lebih dari 20 Tahun
- DPR Sahkan RUU Reforma Agraria Jadi Undang-Undang, Ini Poin yang Diatur
- KDM Disorot Usai Resmikan Data Center AI, Ditolak Banyak Negara Kini Justru Dibangun Dekat Jatiluhur
- Kreator Konten Nona Nego Tetap Anonim Saat Berbagi kepada Masyarakat
- Jepang Akhiri Misi Pemadaman Karhutla di Kalimantan Barat
- Tun Dr Siti Hasmah Meninggal Dunia di Usia 100 Tahun, 70 Tahun Mendampingi Mahathir Mohamad
Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Naik Mulai 1 Oktober 2026
Pemerintah menyebut harga BBM nonsubsidi akan disesuaikan mengikuti perkembangan harga minyak dunia, sementara Pertalite dipastikan tidak naik hingga akhir 2026.

Keterangan Gambar : Ilustrasi SPBU Pertamina sebagai fasilitas pengisian bahan bakar minyak (BBM).
Jakarta — Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi berpotensi mengalami penyesuaian mulai 1 Oktober 2026. Pemerintah menyebut perubahan harga tersebut berkaitan dengan perkembangan harga minyak dunia yang mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme harga pasar. Pemerintah masih menghitung besaran penyesuaian berdasarkan perkembangan harga minyak dalam periode tertentu.
Harga BBM Nonsubsidi Mengikuti Perkembangan Pasar
Baca Lainnya :
- Tarif Transjakarta Naik Mulai 1 Januari 2027 Setelah Bertahan Lebih dari 20 Tahun0
- DPR Sahkan RUU Reforma Agraria Jadi Undang-Undang, Ini Poin yang Diatur0
- KDM Disorot Usai Resmikan Data Center AI, Ditolak Banyak Negara Kini Justru Dibangun Dekat Jatiluhur0
- Kreator Konten Nona Nego Tetap Anonim Saat Berbagi kepada Masyarakat1
- Jepang Akhiri Misi Pemadaman Karhutla di Kalimantan Barat0
Yuliot menjelaskan harga BBM nonsubsidi tidak ditetapkan dengan angka yang sama sepanjang waktu karena dipengaruhi oleh kondisi pasar minyak dunia.
Menurutnya, pemerintah melihat rata-rata perkembangan harga minyak selama satu bulan sebelum menentukan besaran penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
“Ada kemungkinan penyesuaian (BBM nonsubsidi),” ujar Yuliot saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta pada Selasa (29/9/2026).
Kenaikan Harga Minyak Dunia Jadi Salah Satu Faktor
Pergerakan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam menentukan harga BBM nonsubsidi. Pada akhir September 2026, harga minyak mentah dunia berada di atas US$100 per barel.
Data yang dikutip Okezone mencatat harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman November berada di level US$106,56 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) mencapai US$93,57 per barel pada 29 September 2026.
Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menghitung kemungkinan penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada Oktober.
Pertalite Dipastikan Tidak Naik
Di tengah kemungkinan perubahan harga BBM nonsubsidi, pemerintah memastikan harga BBM subsidi jenis Pertalite tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026.
Yuliot mengatakan harga Pertalite tetap dipertahankan meskipun harga minyak dunia mengalami peningkatan. Kebijakan tersebut juga berlaku untuk BBM subsidi lainnya seperti Biosolar.
Dengan demikian, perubahan harga yang sedang diperhitungkan pemerintah untuk periode Oktober 2026 berkaitan dengan BBM nonsubsidi, bukan Pertalite.
Besaran Harga Baru Masih Menunggu Penetapan
Hingga akhir September 2026, pemerintah belum menyampaikan secara resmi besaran harga baru BBM nonsubsidi yang akan berlaku mulai 1 Oktober.
Pemerintah masih menghitung perkembangan harga minyak dunia dan menentukan besaran penyesuaian berdasarkan harga pasar. Karena itu, angka harga baru untuk masing-masing produk BBM nonsubsidi masih menunggu pengumuman resmi.





